Showing posts with label servers. Show all posts
Showing posts with label servers. Show all posts

Sunday, September 5, 2010

dbbenchmark - Script Benchmark MySQL

dbbenchmark adalah sebuah script yang digunakan untuk melakukan benchmark database MySQL yang kemudian hasilnya akan dapat diakses secara publik dan gratis melalui http://www.dbbenchmark.com/wordpress/benchmarks/. Dengan begitu, kita dapat dengan mudah membandingkan performa database MySQL dengan kondisi hardware dan sistem operasi yang berbeda-beda. Setelah melakukan perbandingan, kita dapat mengetahui bagaimana konfigurasi database MySQL, hardware, dan sistem operasi mana yang dapat menghasilkan performa paling baik.

Script dbbenchmark versi saat ini telah diuji dan dapat berjalan pada beberapa sistem operasi, diantaranya adalah:
  • Linux – kernel versi 2.6 (diuji pada Redhat, Fedora, Ubuntu, Debian, CentOS)
  • Mac OSX – versi 10.6 (diuji pada hardware Intel)
  • FreeBSD – Rilis 8.1
  • OpenBSD – Rilis 4.7
Pada sistem operasi lain masih ada kemungkinan script tidak berjalan dengan baik, namun tidak ada salahnya dicoba. Sedangkan untuk perangkat lunaknya, dibutuhkan MySQL versi 5 keatas dan intepreter Python versi 2.4 keatas dimana Python tersebut harus memiliki modul MySQLdb.

Lebih lanjut:
  1. http://code.google.com/p/dbbenchmark/
  2. http://www.dbbenchmark.com/wordpress/2010/09/02/dbbenchmark-com-automated-installer-now-available/

Sunday, July 25, 2010

OpenStack, Perangkat Lunak Cloud Computing Open Source

OpenStack merupakan open source cloud computing software untuk membangun infrastruktur cloud yang reliabel dimana baru saja dipublikasikan beberapa hari lalu yaitu pada tanggal 19 Juli 2010.  Tujuan OpenStack adalah untuk memungkinkan setiap organisasi atau perusahaan untuk membuat dan menyediakan layanan cloud computing dengan menggunakan perangkat lunak open source yang berjalan diatas perankat keras yang standar. Terdapat dua jenis OpenStack, yaitu OpenStack Compute dan OpenStack Storage. OpenStack Compute adalah perangkat lunak untuk melakukan otomasi saat membuat ataupun mengelola virtual private server (VPS) dalam jumlah besar. Sedangkan OpenStack Storage adalah perangkat lunak untuk membuat object storage yang bersifat scalable serta redundant dengan menggunakan cluster untuk menyimpan data data dalam ukuran terabytes atau bahkan petabytes.

Seluruh kode OpenStack berada dibawah lisensi Apache 2.0. Sehingga memungkinkan siapapun untuk menjalankan, membangun perangkat lunak lain diatas perangkat lunak OpenStack atau mengirimkan perubahaan kode entah sebagai patch atau fitur baru. OpenStack saat ini telah digunakan perusahaan besar hosting seperti Rackspace Hosting dan NASA. Mereka menggunakan teknologi OpenStack untuk mengelola puluhan ribu compute instance dan storage dalam ukuran petabytes.

Untuk mendapatkan kode dari OpenStack, dapat diunduh melalui http://launchpad.net/openstack/

Artikel Terkait

Wednesday, February 24, 2010

Nginx Web Server

Apache dan Microsoft IIS yang selama ini menguasai pangsa pasar web server, sepertinya menghadapi pesaing yang lain, yaitu web server dari Rusia yang bernama Nginx (baca: "engine x"). Hal tersebut beberapa diantaranya disebabkan karena Nginx merupakan web server yang ringan dan memiliki performansi yang lebih baik serta mampu menangani C10K problem. Nginx dibangun oleh satu orang saja, yaitu Igor Sysoev pada tahun 2002 dan rilis pertama ke publik pada tahun 2004. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Nginx, dapat dibaca melalui link-link berikut.

  1. Nginx Wiki
  2. Nginx, the little Russian web server taking on the giants
  3. Apache vs Nginx : Web Server Performance Deathmatch

Friday, November 27, 2009

httperf - Tool Untuk Mendapatkan Performansi Web Server

httperf adalah sebuah tool untuk mendapatkan performansi dari sebuah web server. httperf sangat fleksibel untuk menghasilkan berbagai macam HTTP request untuk mendapatkan performansi dari sebuah web server. Fokus dari httperf adalah tidak mengimplementasikan sebuah benchmark saja, tetapi juga memberikan tool yang robust dan memiliki performansi tinggi untuk memfasilitasi baik di level mikro atau makro dalam sebuah benchmark. Tool httperf juga telah support HTTP/1.1 dan protokol SSL

Contoh penggunaan

httperf --hog --server YOURSERVER --num-conns 3000 --num-calls 10 --uri /about --rate 11


Perintah diatas akan membuat koneksi sebanyak 3000 buah ke server YOURSERVER dan masing-masing koneksi memiliki request sebanyak 10 buah pada URI /about. Jadi total request yang dibuat adalah 3000*10 = 30.000. Sedangkan rate 11 memiliki arti bahwa akan terdapat 11 * 10 = 110 request per detik dimana 10 adalah nilai dari --num-calls.

Saturday, November 7, 2009

How to Install Ruby & Ruby on Rails

Cara instalasi Ruby dan Ruby on Rails bervariasi untuk setiap sistem operasi atau distro linux. Pada artikel ini akan dibahas mengenai instalasi pada distro linux Slackware dan Ubuntu dengan asumsi komputer anda terkoneksi dengan internet.

Install Ruby, RubyGems, dan Rails

Slackware
- Install Ruby
Jika pada saat installasi Slackware anda memilih full instalasi, maka ruby telah terinstall. Jika tidak, maka dapat dilakukan instalasi dengan langkah berikut.
1. Login sebagai root, download & ekstrak Ruby dengan menjalankan perintah:

wget ftp://ftp.ruby-lang.org/pub/ruby/stable-snapshot.tar.gz
tar xvzf stable-snapshot.tar.gz

2. Compile dan Install:

cd ruby/
./configure
make
checkinstall

3. Testing:

ruby -v

maka akan dihasilkan output mirip seperti ini:

ruby 1.8.7 (2008-08-11 patchlevel 72) [i486-linux]

- Install RubyGems
Login sebagai root dan jalankan perintah-perintah berikut:

wget http://rubyforge.org/frs/download.php/60718/rubygems-1.3.5.tgz
tar xzvf rubygems-1.3.5.tgz
cd rubygems-1.3.5
ruby setup.rb

- Install Rails
Login sebagai root dan jalankan perintah berikut:

gem install rails


Ubuntu
- Install Ruby
Jalankan sebuah perintah berikut untuk install ruby:

sudo apt-get install build-essential libssl-dev libreadline5-dev zlib1g-dev checkinstall

- Install RubyGems
Jalankan beberapa perintah ini untuk install rubygems:

cd ~
wget http://rubyforge.org/frs/download.php/60718/rubygems-1.3.5.tgz
tar xzvf rubygems-1.3.5.tgz
cd rubygems-1.3.5
sudo ruby setup.rb
sudo ln -s /usr/bin/gem1.8 /usr/bin/gem

- Install Rails

sudo gem install rails


Optional: Install MySQL DB Server
Secara default rails menggunakan database sqlite database, jika anda ingin menggunakan mysql, berikut ini adalah langkah-langkah instalasi.

Slackware
Slackware secara default telah menyertakan mysql database. Namun jika anda ingin instalasi mysql database dari paket tarball, dapat anda lihat artikel yang dibuat beberapa waktu lalu.

Ubuntu
Jalankan perintah-perintah berikut untuk melakukan instalasi mysql:

sudo apt-get install mysql-server mysql-client
sudo apt-get install libmysql-ruby libmysqlclient-dev
sudo gem install mysql

Perlu diingat, secara default socket mysql berada pada /tmp/mysqld.sock , namun pada ubuntu socket berada pada /var/run/mysqld/mysqld.sock

Testing Rails
Baik di Slackware atau Ubuntu, untuk testing rails, generate-lah sebuah project:

rails yourrailsproject

Jika menggunakan mysql database, jalankan server mysql dan perintah berikut:

rails yourrailsproject -d mysql


Referensi: http://wiki.rubyonrails.org/getting-started/installation/linux-ubuntu

Catatan: Untuk ulasan mengenai ruby dan ruby on rails, akan saya tulis pada blog: http://railsmine.blogspot.com

Tuesday, October 6, 2009

Fungsi Direktori /etc/rc.d/ pada Linux Slackware

Setiap distribusi-distribus linux, biasanya menyediakan tempat atau aplikasi di mana kita dapat mengatur service-service yang kita gunakan. Pada Slackware, bila kita telah menginstall server dari paket standar Slackware yg berupa .tgz, tempat kita mengatur service-service yang diproses oleh server tersebut -apakah akan dijalankan, dimatikan, atau direstart- berada di direktori /etc/rc.d/.

Apa beda dengan menjalankan service secara langsung?
Dengan menggunakan script yang terdapat direktori /etc/rc.d/, dapat menjamin bahwa service dimatikan dengan lebih bersih. Misal, ketika mematikan server apache, yg dijalankan kebanyakan orang adalah dengan mengetikkan perintah

apache -k stop

Namun dengan script rc.httpd yang ada dalam direktori /etc/rc.d/, perintah-perintah yang dijalankan adalah sebagai berikut

/usr/sbin/apachectl -k stop
killall httpd
rm -f /var/run/httpd/*.pid


Bagaimana cara menjalankan script di dalam direktori /etc/rc.d?
1. Buat script yang hendak dijalankan executable dengan perintah chmod. Misal

chmod +x rc.httpd

atau

chmod 755 rc.httpd


2. Jalankan script dengan format namafile[spasi]perintah. Perintah yg umum adalah start, stop, restart. Misal

./rc.httpd start

atau

./rc.httpd stop

Perlu diingat, karena bersifat executable, maka pada saat startup otomatis server akan dijalankan. Selain itu, untuk mengetahui perintah-perintah selain start, stop, dan restart, dapat dibaca langsung dari script-nya, perintah-perintah apa yang didukung.

Sunday, May 31, 2009

Web Server sederhana dengan Ruby

Untuk menjalankan kode dibawah ini, gunakan dibutuhkan library WEBrick. Pada versi ruby 1.8, library WEBRick telah disertakan. Jadi kita tidak perlu download terlebih dahulu. Fyi, Slackware 12.2 telah menyertakan ruby 12.2 secara default. Script ini telah dicoba pada lingkungan linux.


#!/usr/bin/ruby
# baris di atas menunjukkan script ini dijalankan oleh ruby

# Menggunakan library webrick
require 'webrick'

# Melakukan import namespace, sehingga untuk mengakses
# kelas-kelas yg dibutuhkan tidak perlu
# menuliskan Webrick::
include WEBrick

# membuat objek dari kelas HTTPServer dengan menggunakan port 2000 dan default direktori yang diakses /home/aji/ruby/htdocs
server = HTTPServer.new(
:Port => 2000,
:DocumentRoot => "/home/aji/ruby/htdocs"
)

# Menangkap sinyal interupt.
# Sinyal tersebut dihasilkan dengan menekan tombol ctrl-c pada console.
# Jika menerima sinyal interupt, maka server akan dimatikan (shutdown)
trap("INT"){ server.shutdown }

# Menjalankan server
server.start


Penjelasan:


Cara menjalankan:
1. Copy script di atas ke suatu file berekstensi .rb. Misal, http-server.rb

2. Jalankan script:

ruby http-server.rb


3. Untuk mengujinya, Buka web browser, ketikkan http://localhost:2000

semoga bermanfaat!

Sunday, April 5, 2009

Install PHP From Tarball Packet

PHP adalah bahasa pemrograman web yang berada di sisi server. Untuk dapat menajalankan Php, dibutuhkan web server. Web server yang saya install adalah apache versi 2.2.10. Web server tersebut saya install pada direktori /opt/pkg/apache. Selain itu, karena saya membutuhkan database, saya juga install mysql versi 5.0.51 pada direktori /opt/pkg/mysql. Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan dalam melakukan instalasi php dari paket tarball php-5.2.9.tar.bz2. Php tersebut saya install pada /opt/pkg/php/. Sebagai informasi, saya menggunakan slackware 12.1 yang pada saat instalasinya saya sengaja tidak menyertakan apache, php, dan mysql.

1. Login sebagai root dan membuat direktori /opt/pkg/php

mkdir /opt/pkg/php/

2. lakukan Copy dan ekstraksi php-5.2.9.tar.bz2

cp php-5.2.9.tar.bz2 /opt/pkg/
cd /opt/pkg/
tar xvjf php-5.2.9.tar.bz2

3. Masuk ke direktori php-5.2.9

cd php-5.2.9

4. Lakukan konfigurasi

./configure /configure --with-apxs2=/opt/pkg/apache/bin/apxs --with-mysql=/opt/pkg/mysql --prefix=/opt/pkg/php

5. Lakukan kompilasi dan instalasi

make
make install

6. Membersihkan hasil kompilasi php-5.2.9

make clean

7. copy php.ini ke direktori /opt/pkg/php/lib

cp php.ini-dist /opt/pkg/php/lib/php.ini

8. Pindah ke direktori web server dan edit file httpd.conf

cd /opt/pkg/apache/conf
nano httpd.conf

9. cari baris LoadModule php5_module modules/libphp5.so. Jika belum ada, pada file httpd.conf tambahkan baris berikut:

LoadModule php5_module modules/libphp5.so

10. Buat apache dapat melakukan ekstensi-ekstensi file PHP, misal ekstensi file .phtml dan phps. Caranya dengan menambahkan baris-baris di bawah ini pada httpd.conf:

AddType application/x-httpd-php .php .phtml
AddType application/x-httpd-php-source .phps

11. Jalankan web server apache:

cd /opt/pkg/apache/bin
./apachectl start


12. buka browser dan ketik localhost untuk mengetes apakah apache telah running.

13. Lakukan testing Dengan membuat file tes.php pada direktori /opt/pkg/apache/htdocs. Isi file tersebut:
<?php
echo "Hello World!";
phpinfo();
?>

13. Pada browser, Ketik URL:
http://localhost/tes.php

Semoga bermanfaat!

Saturday, January 3, 2009

Instalasi dan Konfigurasi Samba Server

Samba adalah server yang memungkinkan file sharing antara sistem operasi satu dengan yang lainnya, seperti linux dan windows. Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk membangun Samba server di Linux Slackware dengan IP address 10.14.10.240. Samba yang saya install menggunakan samba-3.0.33.tar.gz.

1. Login sebagai root, buat direktori /opt/pkg/samba, user nobody, group nobody dan direktori file sharing di /usr/share/samba-aji beserta permission-nya

mkdir /opt/pkg/samba
groupadd nobody
useradd -g nobody nobody
chmod 755 /usr/share/samba-aji

2. Ekstrak paket samba-3.0.33.tar.gz dan pindah k direktori hasil ekstrak:

tar xvvzf samba-3.0.33.tar.gz
cd samba-3.0.33


3. Masuk ke direktori source:

cd source


4. Melakukan kompilasi dan instalasi:

./configure --prefix=/opt/pkg/samba
make
make install


5. Membuat smb.conf pada /opt/pkg/samba/lib/

6. Konfigurasi smb.conf. Di bawah ini adalah konfigurasi komputer milik saya.

[global]
# nama workgroup
workgroup = SLACK

# nama server samba
server string = Samba-slack

# share, agar tidak perlu login
security = share

# IP address yang diizinkan untuk akses file shareing
hosts allow = 127. 10.14.10.

# konfigurasi di bawah ini digunakan bila tidak menggunakan printer
# dan untuk menghilangkan error message:
# Unable to connect to CUPS server localhost - Connection refused
load printers = no
disable spoolss = yes
printcap name = /dev/null
printing = bsd

# konfigurasi log file
log file = /opt/pkg/samba/var/log.%m
max log file = 50

# dns
dns proxy = no

[aji-share]
comment = Aji's stuff
path = /usr/share/samba-aji
public = yes
writeable = no
guest ok = yes


6. Periksa konfigurasi smb.conf:

/opt/pkg/samba/bin/testparm


7. Menjalankan nmbd dan smbd dengan berurutan untuk menjalankan samba:

/opt/pkg/samba/sbin/nmbd -D
/opt/pkg/samba/sbin/smbd -D


8. Testing samba melalui komputer lain dengan sistem operasi Windows dengan cara:
buka explorer -> mengeketikkan \\10.14.10.240

Jika tidak ada error, berarti telah sukses. Semoga bermanfaat!

Saturday, December 27, 2008

Konfigurasi Virtual Host pada Apache 2.2

Virtual host adalah suatu teknik yang memungkinkan sebuah IP address memiliki banyak nama host atau domain. Misal, sebuah IP 10.14.10.240 memiliki nama-nama domain coba.com, testing.coba.com, dan tes.com.

Apache 2.2 berbeda dengan versi-versi sebelumnya. Apache 2.2 mengadopsi pendekatan modular untuk file konfigurasi utamanya, httpd.conf. Modul-modul yang ada ditulis dalam file terpisah. Dengan begitu, menjadi lebih efisien dibandingkan harus menuliskan seluruh konfigurasi pada httpd.conf. Alhasil, sangat tidak direkomendasikan untuk mendefinisikan virtual hosts dan melakukan konfigurasinya pada file httpd.conf. Sebagai gantinya, cukup lakukan include terhadap modul virtual hosts yang bernama httpd-vhosts.conf.

Perubahan yang lain pada Apache 2.2 adalah lebih memperhatikan tentang permissions. Jadi sewaktu mendefinisikan virtual host, perlu ditambahkan perintah tambahan agar tidak muncul pesan error seperti di bawah ini.

  • Forbidden
You don't have permission to access /index.php on this server.

Karena masalah permissions inilah, direkomendasikan membuat direktori baru. Misal, /opt/virtual-hosts. Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan dalam melakukan konfigurasi virtual hosts pada Apache 2.2.10. Asumsi, Prefix saat saya melakukan instalasi apache pada /opt/pkg/ dan direktori virtual hosts pada /opt/virtual-hosts serta komputer saya menggunakan IP 10.14.10.240.

1. buat sub-direktori di dalam /opt/virtual-hosts. Saya membuat /opt/virtual-hosts/slacky/aji dan /opt/virtual-hosts/slacky/kunto. Kemudian atur permission untuk direktori-direktori tersebut.

2. membuka file /etc/hosts dan menambahkan nama-nama hosts.
127.0.0.1 localhost 10.14.10.240 slacky.id aji.slacky.id kunto.slacky.id slacky
3. Buka konfigurasi file apache, /opt/pkg/apache/conf/httpd.conf dan mencari bagian

#Virtual hosts
#Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

4. Hilangkan tanda # di depan pagar, dan menjadi

#Virtual hosts
Include conf/extra/httpd-vhosts.conf

5. Simpan file httpd.conf

6. Membuka file /opt/pkg/apache/conf/extra/httpd-vhosts.conf. Isi file tersebut kurang lebih seperti ini:
7. Sebelum kata NameVirtualHost *:80, saya menambahkan kode berikut:

<Directory /opt/virtual-hosts/>
Order Deny,Allow
Allow from all
</Directory>

8. Edit /opt/pkg/apache/conf/extra/httpd-vhosts.conf pada baris 27 - 42 menjadi seperti berikut:

<VirtualHost *:80>
ServerAdmin admin@slacky.id
DocumentRoot "/opt/pkg/apache/htdocs"
ServerName slacky.id
ServerAlias www.slacky.id
ErrorLog "logs/slacky.id-error_log"
CustomLog "logs/slacky.id-access_log" common
</VirtualHost>

<VirtualHost *:80>
ServerAdmin admin@aji.slacky.id
DocumentRoot "/opt/virtual-hosts/slacky/aji"
ServerName aji.slacky.id
ServerAlias www.aji.slacky.id
ErrorLog "logs/aji.slacky.id-error_log"
CustomLog "logs/aji.slacky.id-acces_log" common
</VirtualHost>

<VirtualHost *:80>
ServerAdmin admin@kunto.slacky.id
DocumentRoot "/opt/virtual-hosts/slacky/kunto"
ServerName kunto.slacky.id
ServerAlias www.kunto.slacky.id
ErrorLog "logs/kunto.slacky.id-error_log"
CustomLog "logs/kunto.slacky.id-access_log" common
</VirtualHost>

9. Untuk testing, copy index.html default milik apache ke dalam direktori /opt/pkg/apache/slacky/aji dan /opt/pkg/apache/slacky/kunto. Setelah itu buka web browser dan ketik http://aji.slacky.id dan http://kunto.slacky.id. Jika tak ada error, virtual host telah sukses..

referensi:
http://foundationphp.com

Saturday, December 20, 2008

Instalasi Database Server MySQL pada Linux Slackware

Sekedar informasi, sebenarnya Slackware telah menyertakan MySQL. Namun, jika ingin melakukan instalasi dari paket tarball / source, berikut ini adalah langkah-langkah. paket mysql yang digunakan dalam hal ini adalah mysql-5.0.51.tar.gz dan berada pada direktori /opt/pkg/

1. Login sebagai root

2. buat direktori /opt/pkg/mysql

mkdir /opt/pkg/mysql

2. Buat group dan user mysql karena untuk menjalankan mysql dibutuhkan user yang bernama mysql

groupadd mysql
useradd -g mysql mysql

2. Ekstrak paket mysql dan masuk ke dalam direktorinya

tar xvzf mysql-5.0.51.tar.gz
cd mysql-5.0.51

3. melakukan konfigurasi agar mysql diinstall di direktori /opt/pkg/mysql

./configure --prefix=/opt/pkg/mysql


4. Lakukan kompilasi dan instalasi

make
make install

5. Masuk ke direktori /opt/pkg/mysql

cd /opt/pkg/mysql

6. Mengubah kepemilikan files ke user mysql dan group mysql

chown -R mysql .
chgrp -R mysql .

7. Melakukan insiasi database mysql

bin/mysql_install_db --user=mysql

8. Mengubah kepemilikian seluruh file kecuali direktori var ke user root agar jika sebagai root dapat menjalankan mysql.

chown -R root .
chown -R mysql var

9. Jalankan daemon mysql.

bin/mysqld_safe --user=mysql &


Langkah berikutnya adalah membuat user admin mysql dengan menjalankan perintah:

/bin/mysqladmin -u root password 'passwordsaya'

Untuk menjalankan login ke database mysql, jalankan perintah:

/bin/mysql -u root --password='passwordsaya'

Semoga Bermanfaat!

Tuesday, December 16, 2008

Simple Squid Configuration Example

Squid

Squid berfungsi sebagai proxy. Salah satu tugas proxy adalah melakukan cache halaman web. Dengan begitu, jika ada client yang melakukan request ke internet, maka yang diakses adalah cache dari proxy tersebut yang berada pada jaringan lokal. Jika tidak ada, maka proxy akan melakukan koneksi ke Internet. Dengan begitu, akan membuat akses ke internet menjadi lebih sedikit dan membuat kita lebih cepat membuka halaman web. Misal, pada saat yang bersamaan ada 10 orang yang ingin mengakses google.com, jika kita memiliki proxy yang telah melakukan cache halaman web google, maka 10 orang tersebut cukup mengakses proxy yang berada pada jaringan lokal. Jika tidak memiliki proxy, maka 10 orang tersebut harus terkoneksi ke internet secara langsung sehingga membuat jaringan menjadi lebih padat.


Konfigurasi Squid

Untuk membangun server squid, file konfigurasi dari squid dapat ditemukan pada /etc/squid.conf. Untuk melakukan konfigurasi Squid, sangat tergantung topologi jaringan anda. Berikut ini adalah contoh konfigurasi Squid milik server linux slackware saya yang terhubung proxy yang lain untuk terkoneksi ke internet.


acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/32
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8

acl localnet src 10.0.0.0/8 # RFC1918 possible internal network
acl localnet src 172.16.0.0/12 # RFC1918 possible internal network
acl localnet src 192.168.0.0/16 # RFC1918 possible internal network
acl lab src 10.14.10.0/24 #tambahan dari saya

acl SSL_ports port 443
acl Safe_ports port 80 # http
acl Safe_ports port 21 # ftp
acl Safe_ports port 443 # https
acl Safe_ports port 70 # gopher
acl Safe_ports port 210 # wais
acl Safe_ports port 1025-65535 # unregistered ports
acl Safe_ports port 280 # http-mgmt
acl Safe_ports port 488 # gss-http
acl Safe_ports port 591 # filemaker
acl Safe_ports port 777 # multiling http
acl CONNECT method CONNECT

http_access allow manager localhost
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access allow localnet
http_access allow lab
icp_access allow localnet
icp_access allow lab
icp_access deny all

htcp_access allow localnet
htcp_access allow lab
htcp_access deny all
http_port 7070

cache_peer 172.16.1.1 parent 8080 0 no-query proxy-only
access_log /opt/pkg/squid//var/logs/access.log squid

refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern (cgi-bin|\?) 0 0% 0
refresh_pattern . 0 20% 4320

connect_timeout 3 minute
peer_connect_timeout 30 seconds
request_timeout 3 minutes
client_lifetime 1 day

cache_effective_user squid
cache_effective_user squid
visible_hostname aji.slacky.id-^-akulahaji.blogspot.com

dns_retransmit_interval 15 seconds
dns_timeout 5 minutes
dns_nameservers 10.14.203.7
cachemgr_passwd mypassword shutdown

client_db on
refresh_all_ims off
retry_on_error on
uri_whitespace strip

coredump_dir /opt/pkg/squid//var/cache
high_memory_warning 1 KB


Setelah konfigurasi selesai, jalankan perintah berikut untuk mengecek konfigurasi server squid:

squid -k parse

Kemudian jalankan perintah berikut untuk tidak melakukan inisialisasi server squid:

squid -z


Jika suatu saat anda melakukan konfigurasi ulang konfigurasi squid, jalankan perintah berikut untuk meng-update server squid:

squid -k reconfigure

update:
Maaf, karena terlalu banyak, saya tidak menyertakan keterangan terhadap konfigurasi squid. Keterangan dapat dibaca pada file squid.conf

Friday, December 12, 2008

Instalasi DHCP Server Pada Linux Slackware

Berikut ini adalah langkah-langkah saya meng-install paket tarball / source DHCP Server. Versi paket adalah dhcp-3.1.1.tar.gz:

- Login sebagai root

- Ekstrak dhcp-3.1.1.tar.gz dengan perintah:
tar xvzf dhcp-3.1.1.tar.gz

-masuk ke direktori / folder hasil ekstrak tersebut:
cd dhcp-3.1.1/

- Menjalankan perintah-perintah berikut secara berurut:
./configure
make
make install

Smoga bermanfaat yak!

Wednesday, December 10, 2008

Install Proxy Server Squid di Linux Slackware

Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk melakukan instalasi proxy server squid:

1. Login sebagai root.

2. Buat direktori /opt/pkg/squid. Direktori ini saya tujukan untuk menyimpan instalasi proxy server squid.

3. Download Paket squid. Fyi, Paket yang saya gunakan saat melakukan instalasi dalam tutorial ini adalah squid-3.0.STABLE9.tar.bz2.

4. Ekstrak paket tersebut dengan perintah:
tar xvvjf squid-3.0.STABLE9.tar.bz2

5. Masuk ke direktori squid-3.0.STABLE9:
cd squid-3.0.STABLE9

6. Jalankan configure:
./configure --prefix=/opt/pkg/squid

7. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kompilasi:
make all

8. Langkah terakhir adalah menjalankan perintah:
make install

9. Untuk menjalankan Cache pada squid yang telah terinstall, edit konfigurasi file-nya di:
/opt/pkg/squid/etc/squid.conf

10. Langkah selanjutnya adalah untuk konfigurasi dan menjalankan squid.

Instalasi DNS Server Bind Pada Linux Slackware

Berikut ini adalah beberapa langkah yang saya lakukan untuk melakukan instalasi dns server bind:

1. Login sebagai root.

2. Buat direktori /opt/pkg/bind. Direktori ini saya tujukan untuk menyimpan instalasi dns bind.

3. Download Paket bind. Sebagai informasi, Paket yang saya gunakan saat melakukan instalasi adalah bind-9.4.1.tar.gz.

4. Ekstrak paket tersebut dengan perintah:
tar xvvzf bind-9.4.1.tar.gz

5. Masuk ke direktori bind-9.4.1:
cd bind-9.4.1

6. Jalankan configure:
./configure

7. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kompilasi:
make

8. Jalankan perintah:
make install

9. Yak! cukup 3 langkah configure, make, dan make install, dns server telah terinstall pada linux slackware.

Friday, December 5, 2008

Instalasi Web Server Apache Pada Linux Slackware

Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk melakukan instalasi web server Apache:

1. Login sebagai root.

2. Buat direktori /opt/pkg/apache. Direktori ini saya tujukan untuk menyimpan instalasi web server.

3. Download Paket Apache. Sebagai informasi, Paket yang saya gunakan saat melakukan instalasi adalah httpd-2.2.10.tar.gz.

4. Ekstrak paket tersebut dengan perintah:
tar xvvzf httpd-2.2.10.tar.gz

5. Masuk ke direktori httpd-2.2.10:
cd httpd-2.2.10

6. Menjalankan:
./configure --prefix=/opt/pkg/apache

7. Kemudian dilanjutkan dengan menjalankan:
make

8. Langkah selanjutnya adalah:
make install

9. Lalu, menjalankan server apache:
/opt/pkg/apache/bin/apachectl start

10. Langkah terakhir adalah melakukan pengetesan dengan cara buka web browser, dan ketikkan localhost. Jika muncul tulisan "It Works!", hal tersebut menandakan web server telah sukses diinstall dan dijalankan.

Sunday, June 29, 2008

Very Quick Howto: File Transfer Protocol (FTP) on Slackware

Download versi pdf: ftp-slackware.pdf

Linux Slackware secara default telah menginstall aplikasi vsftpd yang digunakan untuk menjadi server FTP. Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara mengaktifkan layanan FTP serta penggunaannya secara umum. Selain itu, saya juga akan menjelaskan tentang FTP dengan amat singkat. Mungkin di lain kesempatan saya akan membahas secara lebih detail.

overview
File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol yang digunakan untuk melakukan transfer data atau file, dari atau ke komputer remote. Misal, saya ingin meng-copy file dari komputer A ke komputer B via jaringan atau saya ingin file pada komputer B di transfer ke komputer A via jaringan, Maka yang saya lakukan adalah membangun server FTP pada komputer A. Komputer B berperan sebagai client.

FTP menggunakan 2 buah port untuk menjalankan fungsinya.
FTP Control Channel, TCP Port 21: Seluruh perintah yang anda kirim ke FTP server dan response dari server menggunakan port 21.
FTP Data Channel, TCP Port 20: Port ini digunakan untuk transfer data antara client dan server.

Tipe FTP
Dalam perspektif networking, ada dua tipe utama FTP: active dan passive.
FTP active: FTP server yang melakukan inisialisasi atau yang memulai koneksi ke client.
FTP passive: Koneksi diinisialisasi oleh FTP client. Dengan kata lain, yang memulai koneksi adalah client.

Dalam perspektif user management, ada dua tipe FTP: reguler dan anonymous
FTP reguler: Dalam melakukan transfer file, dibutuhkan username dan password.
FTP anonymous: Tanpa username dan password, dapat dilakukan transfer file. Biasanay digunakan jika banyak user yang melakukan koneksi ke FTP server.

FTP pada Slackware
File konfigurasi untuk menjalankan server ftp ada di /etc/vsftpd. Namun saran saya, sebaiknya gunakan konfigurasi default. Di bawah ini saya akan menjelaskan salah satu cara untuk menjalankan server FTP.

Mengaktifkan layanan FTP:
1. login sebagai root.

2. Buka file /etc/inetd.conf dan cari baris:
# Very Secure File Transfer Protocol (FTP) server.
#ftp stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd vsftpd

3. Hilangkan tanda pagar (#), sehingga menjadi:
# Very Secure File Transfer Protocol (FTP) server.
ftp stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd vsftpd

3. jalankan perintah:
inetd /etc/inetd.conf

Me-remote / koneksi server FTP:
1. ketikkan perintah ftp

2. lakukan koneksi dengan server ftp. Misal, server ftp saya adalah 10.1.1.5, maka yang saya ketikkan:
open 10.1.1.5
seperti gambar di bawah ini.










3. Lakukan login, dengan username yang ada di server ftp. Contoh, di server FTP saya ada user yang bernama aji seperti gambar di bawah ini.

Perintah dalam FTP
jika telah terkoneksi, anda dapat menjalan perintah shell pada server seperti cd, ls, pwd dan lain-lain. Kali ini saatnya untuk transfer file.


* Transfer file dari FTP server ke client (Download):
1. gunakan perintah get untuk download:
get namafile
seperti pada gambar dibawah ini.
















2. File yang kita download dengan perintah get saja, akan tersimpan ke direktori client yang saat ini anda berada. untuk mengetahui di direktori mana, gunakan perintah !pwd. Jika anda menggunakan pwd saja, maka hasil dari perintah tersebut adalah direktori pada server di mana anda berada.

3. File yang di-download dapat langsung ditempatkan pada direktori yang kita inginkan, misal:
get namafile /home/tempat_download


* Transfer file dari Client ke FTP server (upload):
1. File-file yang dapat di-transfer adalah file-file di dalam direktori saat anda melakukan koneksi ke FTP server. Misal, saat menjalankan perintah:
ftp open 10.1.1.5
say berada di /home/aji, maka semua file yang dapat di-upload berada di direktori tersebut. Namun, jika anda lupa atau terlanjur terkoneksi dengan FTP server, gunakan perintah lcd. Misal, ingin pindah ke /upload/baru:
lcd /upload/baru

2. Gunakan perintah put untuk upload
put namafile
seperti pada gambar di bawah ini.
















3. Hasil upload akan tersimpan di direktori server dimana anda berada.

download versi pdf: ftp-slackware.pdf

Sunday, January 27, 2008

Mengaktifkan Layanan Database MySQL pada Linux Slackware cara kedua

Tutorial ini saya buat apabila tutorial menjalankan layanan database mysql yang sebelumnya tidak dapat dijalankan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

su -
su mysql
mysql_install_db

solusi lain:

su -
mysql_install_db
chown -R mysql.mysql /var/lib/mysql
chmod -R 755 /var/lib/mysql

Setelah perintah di atas dijalankan, kemudian jalankan daemon milik mysql:

cd /usr ; /usr/bin/mysqld_safe &

kemudian tekan enter.

Buat password untuk mysqladmin:
/usr/bin/mysqladmin -u [nama-user] password 'new-password'
/usr/bin/mysqladmin -u [nama-user] -h [nama-host] password 'new-password'
untuk lebih jelas silahkan baca manualnya.

kemudian, solusi 1:
Buat nama database anda, misal nama database-nya adalah coba:
mysqladmin --user=[nama-user] --password='password-anda' create coba

setelah membuat database dengan nama coba, cara menggunakannya adalah dengan perintah:
mysql --user=[nama-user] --password='password-anda' coba

solusi 2:
anda dapat langsung menjalankan mysql dengan perintah:
mysql --user=[nama-user] --password='password-anda'

setelah mysql berjalan, anda dapat menggunakan perintah:
create database coba;
untuk membuat database bernama coba.

setelah saya coba, solusi 1 dan 2 dan tidak harus dijalankan oleh root.

Sekarang layanan database mysql dapat berjalan. Selamat Menikmati!

Mengaktifkan modul php untuk apache

Jika anda ingin membuat program dari php dan menjalankannya pada distro linux Slackware, maka secara default file php tersebut tidak dapat di-eksekusi oleh web server apache. Web server apache adalah web server yang telah ter-install secara default oleh Slackware. Berikut ini adalah langkah-langkah agar file php dapat dieksekusi oleh apache:

1. Buka file /etc/httpd/httpd.conf

2. Cari baris di dalam file httpd.conf tersebut yang bertuliskan:
#Include /etc/httpd/mod_php.conf
Untuk mencarinya, anda dapat menggunaka teks editor seperti kwrite. Lalu Caranya adalah klik tombol 'edit', pilih 'find', kemudian ketikkan php dan tekan tombol Enter.

3. Hilangkan tanda pagar di depan baris, sehingga menjadi:
Include /etc/httpd/mod_php.conf

4. Untuk mengeksekusi file php, copy kan file php anda ke direktori /var/www/htdocs.

5. Kemudian buka web browser, misalnya firefox. ketikkan:
localhost/file-anda.php

Menjalankan Apache

Jika anda menginstall Slackware secara default, maka otomatis program web server apache telah ter-install tetapi belum dapat dijalankan secara otomatis pada saat booting. Untuk menjalannkanya, ketikkan perintah:

httpd -k start

Untuk mengeceknya, cukup buka web browser, misalnya firefox, dan ketikkan localhost. Jika apache telah berjalan, maka akan muncul tulisan "It works!".

Untuk menghentikan program apache, cukup ketikkan:
httpd -k stop