Monday, December 21, 2009
Konfigurasi Linux Slackware untuk Menggunakan Google Public DNS
Friday, December 18, 2009
namebench, Tool Benchmark DNS Server
Pada saat bekerja, namebench menggunakan web browser history, output dari tcpdump atau datasets sebagai input. Hasil yang ditampilkan berupa nilai persen seberapa cepat DNS server yang dibandingkan sehingga mudah untuk dimengerti. namebench tidak hanya dapat dijalankan di lingkungan UNIX atau Linux, tetapi juga Mac OS X serta Windows. Selain berbasis command-line, namebench juga menyediakan versi GUI. namebench sangat direkomendasikan bagi yang menginginkan koneksi internet lebih cepat, karena DNS server yang cepat dapat mempengaruhi peforma koneksi internet.
Thursday, December 17, 2009
Perintah dhcpcd
Contoh penggunaan:
dhcpcd eth0
Respon yang didapat dari DHCP server akan secara otomatis dikonfigurasi terhadap network interface eth0 sehingga memungkinkan untuk langsung terhubung ke jaringan komputer begitu perintah selesai dijalankan.
Tips:
Jika menggunakan GNU/Linux Slackware, perintah diatas dapat ditulis ke dalam file /etc/rc.d/rc.local agar dijalankan pada saat start up. Berikut ini adalah contoh konfigurasi dalam file /etc/rc.d/rc.local :
ifconfig eth0 up
dhcpcd eth0
Friday, November 27, 2009
httperf - Tool Untuk Mendapatkan Performansi Web Server
Contoh penggunaan
httperf --hog --server YOURSERVER --num-conns 3000 --num-calls 10 --uri /about --rate 11
Perintah diatas akan membuat koneksi sebanyak 3000 buah ke server YOURSERVER dan masing-masing koneksi memiliki request sebanyak 10 buah pada URI /about. Jadi total request yang dibuat adalah 3000*10 = 30.000. Sedangkan rate 11 memiliki arti bahwa akan terdapat 11 * 10 = 110 request per detik dimana 10 adalah nilai dari --num-calls.
Wednesday, November 18, 2009
Booting Over HTTP
- Debian live
- Ubuntu 9.04
- Damm Small Linux
- Knoppix 5.0.1 English.
- Fedora 11 Live CD : Currently only single user mode is working
Sunday, November 1, 2009
Menggunakan Perintah scp Untuk Copy File Antara Dua host via Network
Kebutuhan
Untuk menggunakan scp, ada dua hal yang harus diperhatikan:
1. Pastikan scp dan ssh telah terinstall serta ssh tersebut running.
2. Pastikan IP address atau hostname telah diketahui.
Cara Penggunaan sederhana
Untuk meng-copy suatu file scp, dapat dilakukan dengan format sebagai berikut:
scp namafile username@ipaddresss_atau_hostname:/direktori/tujuan/
sedangkan untuk meng-copy seluruh isi direktori atau folder, dapat dilakukan dengan format sebagai berikut:
scp -r namafile username@ipaddresss_atau_hostname:/direktori/tujuan/
Contoh 1: Copy file bernama aloha.txt 192.168.1.101 dengan nama user komputer tujuan bernama aji
scp aloha.txt aji@192.168.1.101:/home/aji/
Contoh 2: Copy folder bernama tesing 192.168.1.101 dengan nama user komputer tujuan bernama aji
scp -r testing aji@192.168.1.101:/home/aji/
Catatan: distro linux yang saya gunakan adalah slackware, jika menggunakan distro lain, ada kemungkinan menggunakan sudo sebelum perintah scp.
Tuesday, October 6, 2009
Fungsi Direktori /etc/rc.d/ pada Linux Slackware
Apa beda dengan menjalankan service secara langsung?
Dengan menggunakan script yang terdapat direktori /etc/rc.d/, dapat menjamin bahwa service dimatikan dengan lebih bersih. Misal, ketika mematikan server apache, yg dijalankan kebanyakan orang adalah dengan mengetikkan perintah
apache -k stop
Namun dengan script rc.httpd yang ada dalam direktori /etc/rc.d/, perintah-perintah yang dijalankan adalah sebagai berikut
/usr/sbin/apachectl -k stop
killall httpd
rm -f /var/run/httpd/*.pid
Bagaimana cara menjalankan script di dalam direktori /etc/rc.d?
1. Buat script yang hendak dijalankan executable dengan perintah chmod. Misal
chmod +x rc.httpd
atau
chmod 755 rc.httpd
2. Jalankan script dengan format namafile[spasi]perintah. Perintah yg umum adalah start, stop, restart. Misal
./rc.httpd start
atau
./rc.httpd stop
Perlu diingat, karena bersifat executable, maka pada saat startup otomatis server akan dijalankan. Selain itu, untuk mengetahui perintah-perintah selain start, stop, dan restart, dapat dibaca langsung dari script-nya, perintah-perintah apa yang didukung.
Sunday, May 31, 2009
Web Server sederhana dengan Ruby
#!/usr/bin/ruby
# baris di atas menunjukkan script ini dijalankan oleh ruby
# Menggunakan library webrick
require 'webrick'
# Melakukan import namespace, sehingga untuk mengakses
# kelas-kelas yg dibutuhkan tidak perlu
# menuliskan Webrick::
include WEBrick
# membuat objek dari kelas HTTPServer dengan menggunakan port 2000 dan default direktori yang diakses /home/aji/ruby/htdocs
server = HTTPServer.new(
:Port => 2000,
:DocumentRoot => "/home/aji/ruby/htdocs"
)
# Menangkap sinyal interupt.
# Sinyal tersebut dihasilkan dengan menekan tombol ctrl-c pada console.
# Jika menerima sinyal interupt, maka server akan dimatikan (shutdown)
trap("INT"){ server.shutdown }
# Menjalankan server
server.start
Penjelasan:
Cara menjalankan:
1. Copy script di atas ke suatu file berekstensi .rb. Misal, http-server.rb
2. Jalankan script:
ruby http-server.rb
3. Untuk mengujinya, Buka web browser, ketikkan http://localhost:2000
semoga bermanfaat!
Friday, January 2, 2009
Remote Computer with SSH
1. Menjalan ssh daemon:
cd /etc/rc.d/
chmod 755 rc.sshd
rc.sshd start
2. Cek apakah ssh daemon telah berjalan:
netstat -pln
Jika terdapat keluaran atau output seperti di bawah ini, berarti ssh daemon telah berjalan.
tcp 0 0 0.0.0.0:22 0.0.0.0:* LISTEN -
3. Melakukan remote dari komputer lain yang menggunakan sistem operasi linux juga ke komputer 10.14.10.240:
ssh aji@10.14.10.240
Maksud dari perintah diatas adalah melakukan remote komputer dengan IP address 10.14.10.240 dan menggunakan user aji
4. Untuk keluar atau exit dari remote komputer, menjalankan perintah:
exit
Wednesday, December 17, 2008
Setting IP Address & Default Gateway on Linux
ifconfig [network-interface] [IP] netmask [netmask]
contoh (asumsi network interface adalah eth0):
ifconfig eth0 10.14.10.240 netmask 255.255.255.0
Perintah dalam melakukan konfigurasi default gateway:
route add default gw [IP-gateway]
Contoh:
route add default gw 10.14.10.1
Friday, November 7, 2008
Perintah Ping, netstat, traceroute, dan host
1. ping
ping adalah perintah yang digunakan untuk mengecek apakah suatu komputer atau host terhubung dengan komputer kita. Contoh penggunaan:
# ping www.slackware.com
atau
# ping 172.168.0.1
Jika komputer terhubung, maka akan ada respon berupa tulisan reply d layar komputer. Perintah ping diatas akan membuat komputer kita mengirimkan paket ICMP secara terus-menerus. Untuk menghentikannya, tekan [Ctrl+c]. Contoh lain penggunaan perintah ping adalah sebagai berikut:
# ping -c 3 172.168.0.1
Dengan perintah ping di atas akan membuat komputer kita mengirim paket ICMP sebanyak 3 paket.
2. netstat
Dengan perintah netstat, maka akan menampilkan, network connections, routing tables, interface statistics, masquerade connections, dan multicast memberships. Contoh penggunaan:
# netstat
3. traceroute
Perintah traceroute sangat berguna untuk mendiagnosa jaringan. Perintah traceroute akan menampilkan setiap host yang dilewati oleh paket pada saat mencoba menuju tujuannya. Contoh penggunaan:
# traceroute www.slackware.com
4. host
Perintah host merupakan salah satu DNS tool yang digunakan untuk menterjemahkan nama alamat web atau URL ke alamat IP. Contoh penggunaan:
# host www.google.com
UPDATE:
Penjelasan tambahan tentang ping.
misal, ping 192.168.1.1. dan hasilnya sbb:
64 bytes from 192.168.1.1: icmp_seq=1 ttl=254 time=0.598 ms
arti:
- 64 bytes -> ukuran / besar paket yg diterima dari 192.168.1.1
- icmp_seq=1 -> nomor urut paket = 1
- ttl -> time to live. Seberapa lama paket berada di jaringan. 254 adalah jumlah hop. Contoh, komputer ke router dihitung 1 hop.
- time=0.598 ms -> waktu yang ditempuh oleh paket.
Thursday, October 16, 2008
Instalasi dan Mengaktifkan Virtual Private Network (VPN) client di Linux Slackware.
1. Alamat IP VPN server
2. Alamat IP DNS server
VPN client ini menggunakan paket ppp-mppe, pptp-linux, pptp-vpn.
Langkah-langkah instalasi:
1. Download vpn.tgz di sini. Kemudian jalankan runme.sh:
./runme.sh
2. edit /etc/resolv.conf. Tambahkan alamat DNS anda dengan format:
nameserver [alamat IP DNS]
misal:
nameserver 10.12.100.5
contoh file resolv.conf dapat anda download di sini.
3. edit /etc/conf.d/ifcfg-pptp0. Kemudian isi:
VPN_HOST="[IP VPN SERVER]"
VPN_USER="[username vpn anda]"
misal:
VPN_HOST="10.12.100.3"
VPN_USER="11305"
contoh file ifcfg-pptp0 milik saya dapat anda download di sini.
4. edit /etc/ppp/chap-secrets. Kemudian isi dengan format:
username[tab]IP-vpn-server[tab]password
misal:
11305[tab]10.12.100.3[tab]halo123
contoh file chap-secrets milik saya dapat anda download di sini.
5. untuk mengaktifkan vpn, jalankan perintah berikut:
ifup-pptp
jika berhasil, maka saat anda menjalankan perintah ifconfig, akan ada tulisan ifup-pptp
6. untuk menonaktifkan vpn, jalankan perintah:
ifdown-pptp
Setelah selesai instalasi, sebaiknya anda melakukan update paket ppp-mppe, pptp-linux, pptp-vpn.
Wednesday, June 4, 2008
Simple Network Management Protocol (SNMP)
Simple Network Management Protocol (SNMP)
Latar Belakang
Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah sebuah protokol layer aplikasi yang memfasilitasi pertukaran informasi pengelolaan antar perangkat jaringan. Pengertian SNMP yang lain adalah kumpulan protokol-protokol yang digunakan untuk mengelola jaringan yang kompleks. SNMP merupakan bagian dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) yang dibangun sekitar tahun 1980-an. SNMP bekerja dengan mengirim message,yang disebut juga protocol data unit (PDU). Dengan SNMP, administrator jaringan dapat mengatur performansi jaringan, menemukan dan memecahkan masalah jaringan, serta merencanakan pertumbuhan jaringan.
Tuesday, April 15, 2008
IP Address & Subnetting
download file: IP Address-subnetting.pdf
Alamat IP (IP Address)
Secara umum device atau komputer yang mendukung TCP/IP dapat terhubung ke jaringan atau komputer jika memiliki alamat IP (IP Address).
Saat ini secara umum IP terdiri dari 4 byte. Setiap byte ditulis dalam bentuk desimal 0-255 dan dipisah dengan tanda titik. Perhatikan contoh di bawah ini.
Alamat IP : 10.1.1.2
Network Mask : 255.0.0.0
jika alamat IP dan Network Mask diubah dalam bentuk biner, maka akan menghasilkan:
00001010.00000001.00000001.00000010
11111111.00000000.00000000.00000000
Alamat Jaringan (Network Address) dapat dicari dengan menggunakan operator and pada alamat IP dan Network Mask.
00001010.00000001.00000001.00000010
11111111.00000000.00000000.00000000
------------------------------------------------------------ and
00001010.00000001.00000001.00000000
Apa itu alamat jaringan? alamat jaringan (network address) adalah alamat yang berfungsi untuk menentukan di network manakah suatu host / komputer berada. jadi alamat jaringan untuk alamat IP 10.1.1.2 dan Network Mask 255.0.0.0. Selain itu dapat juga ditentukan alamat host (host address). Alamat Host berfungsi untuk mengidentifikasi nomor suatu host dalam suatu jaringan. Host dapat berupa komputer, router, gateway, firewall atau peralatan jaringan lainnya. Untuk contoh kasus diatas, alamat host-nya adalah 2. Sehingga diperoleh:
Alamat IP : 10.1.1.2
Network Mask : 255.0.0.0
Alamat Network : 10.1.1.0
Alamat Host : 2
Jaringan dikelompokkan dalam bentuk yang bernama kelas sewaktu diciptakan. Berikut ini adalah pengelompokan kelasnya:
| Kelas | Network Mask | Alamat Jaringan (Network Address) |
| A | 255.0.0.0 | 0.0.0.0 - 127.255.255.255 |
| B | 255.255.0.0 | 128.0.0.0 - 191.255.255.255 |
| C | 255.255.255.0 | 192.0.0.0 - 223.255.255.255 |
| Multicast | 240.0.0.0 | 224.0.0.0 - 239.255.255.255 |
Beberapa kelompok IP digolongkan sebagai IP privat (Private IP address) yang digunakan untuk LAN yang tidak terhubung secara langsung ke Internet. Hal ini telah diatur dalam RFC1918. Berikut ini adalah daftar IP Privat.
| Kelas | Alamat IP |
| A | 10.0.0.0 - 10.255.255.255 |
| B | 172.16.0.0 - 172.31.255.255 |
| C | 192.168.0.0 - 192.168.255.255 |
Subnetting
Subnetting adalah pembagian jaringan. Jaringan yang telah terbagi disebut dengan subnetwork. Kenapa dilakukan subnetting? jawabannya sederhana, yaitu efisiensi. Misalkan suatu jaringan hanya terdiri dari 2 komputer menggunakan seluruh alamat jaringan kelas C, maka akan terbuang 253 alamat. Contoh lain adalah misal terdapat jaringan yang memiliki host sedikit lebih banyak dari 255, maka akan terbuang 64.000 alamat.
Jika jaringan yang anda bangun merupakan skala kecil mungkin tidak perlu dilakukan subnetting, tapi jika jaringan anda merupakan jaringan skala besar dan menghubungkan lebih dari 4 juta host serta tidak dilakukan subnetting, tentu akan jadi masalah.
Langkah pertama untuk melakukan subnetting adalah menghitung berapa banyak host yang akan terhubung dalam jaringan tersebut. Kemudian dapat ditentukan netmask dan alamat IP yang akan digunakan.
Contoh, alamat jaringan (network address) kelas C adalah 192.168.50.0. Alamat jaringan tersebut dapat menyediakan 254 alamat IP, sebuah alamat jaringan 192.168.50.0 dan alamat broadcast 192.168.50.255. Sebagai informasi tambahan, jika suatu data dikirim ke alamat broadcast, maka data tersebut akan "ditangkap" oleh seluruh host yang ada pada jaringan tersebut. Alamat berapapun dapat digunakan sebagai alamat broadcast asal tidak digunakan oleh host manapun. Namun biasanya alamat broadcast dipilih dari alamat terbesar.
Setiap subnetwork memiliki alamat jaringan dan alamat broadcast masing-masing. Jika terdapat 2 subnetwork, maka akan terdapat 1 alamat jaringan dan 1 alamat broadcast untuk subnetwork pertama dan 1 alamat jaringan dan 1 alamat broadcast untuk subnetwork kedua. Selain itu, tiap subnetwork merupakan jaringan yang mandiri, dengan kata lain jika subnetwork satu sibuk, maka tidak mengganggu subnetwork yang kedua. Kedua subnetwork dapat dihubungkan dengan menggunakan router.
Pembagian subnetwork dilakukan dengan mengubah bit network mask. Contoh, network mask kelas C dalam bentuk bit:
11111111.11111111.11111111.00000000
jika dibentuk 2 subnetwork:
11111111.11111111.11111111.10000000
jika dibentuk 4 subnetwork:
11111111.11111111.11111111.11000000
Dan seterusnya.
Berikut ini adalah tabel subnetwork dalam jaringan kelas C:
| Jml Subnetwok | Jml Host tiap subnetwork | Alamat Jaringan | Alamat Broadcast | Network Mask |
| 2 | 126 | 2 | 2 | 255.255.255.168 (11111111.11111111. 11111111.10000000) |
| 4 | 62 | 4 | 4 | 255.255.255.192 (11111111.11111111. 11111111.11000000) |
| 8 | 30 | 8 | 8 | 255.255.255.224 (11111111.11111111. 11111111.11100000) |
| 16 | 14 | 16 | 16 | 255.255.255.240 (11111111.11111111. 11111111.11110000) |
| 32 | 6 | 32 | 32 | 255.255.255.248 (11111111.11111111. 11111111.11111000) |
| 64 | 2 | 64 | 64 | 255.255.255.252 (11111111.11111111. 11111111.11111100) |
Dari salah satu contoh diatas, jika network yang digunakan adalah 255.255.255.128, maka akan ada 2 subnetwork. Subnetwork pertama memiliki 1 alamat jaringan (192.168.50.0), 1 alamat broadcast (192.168.50.127), dan 126 host yaitu 192.168.50.1 - 192.168.50.- 126
Sedangkan subnetwork kedua memiliki 1 alamat jaringan (192.168.50.128), 1 alamat broadcast (192.168.50.255), dan 126 host yaitu 192.168.50.129 - 192.168.50.254.
Referensi:
- Bruce S.Davie dan Larry L.Peterson. Computer Networks a Systems Approach edition 3. 2003. USA: Elsevier Science.
- Prakoso, Samuel. Jaringan Komputer Linux. 2005. Yogyakarta: Penerbit Andi.
- Ari Et. AL. Linux Network Setup Guide. 2008. Jakarta: Infolinux.
Tuesday, December 4, 2007
Konfigurasi Jaringan Local Area Network (LAN) pada Linux Slackware
anda pasti sudah pasti pernah mendengar jaringan LAN. Definisi dari jaringan LAN adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu area lokal (biasanya dalam satu gedung/rumah atau antar gedung/rumah). LAN mempunyai beberapa keterbatasan, misalnya dalam hal ukurannya. Dengan mengetahui keterbatasan yang ada dimungkinkan untuk jenis desain yang ada.
LAN sering menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi mulai dari 10 sampai 100 Mbps (Megabit per detik). Pada LAN modern dimungkinkan untuk beroperasi sampai gigabit per detik.
Sistem LAN yang seringa digunakan adalah sistem Ethernet yang dikembangkan oleh perusahaan Xerox. Dengan memakai titik koneksi intermediate seperti repeater, bridge, dan switch memungkinkan LAN terhubung dengan jaringan lain seperti LAN, MAN, dan WAN sehingga dapat membentuk jaringan yang lebih besar.
2. perintah netconfig
netconfig secara otomatis dijalankan saat anda pertama kali menginstall slackware atau dengan mengetikkan perintah netconfig pada console bila anda sudah menginstall slackware. program netconfig secara umum menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:
- meminta nama komputer anda dan nama domain untuk komputer anda.
- memberikan penjelasan singkat tentang berbagai jenis skema pemberian alamat, kapan harus digunakan, dan menanyakan skema pemberian alamat IP yang hendak anda gunakan untuk mengkonfigurasi kartu jaringan anda apakah IP-Statik, DHCP atau Loopback.
- menawarkan untuk mendeteksi kartu jaringan yang hendak dikonfigurasi.
sebagian besar pekerjaan untuk mengkonfigurasi koneksi jaringan LAN dilakukan oleh netconfig jika anda mengizinkannya.
3. Konfigurasi Perangkat Keras Jaringan
sebelum anda menginginkan slackware untuk terhubung ke jaringan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari kartu jaringan yang kompatibel dengan Linux. Anda dapat melihatnya pada Proyek Dokumentasi Linux dan/atau dokumentasi kernel untuk informasi terbaru tentang status dari kartu jaringan yang Anda cari. Ketika anda membuka situs untuk melihat daftar Kompatibilitas Perangkat Keras Linux atau ketika anda merujuk dokumentasi kernel yang terinstall pada kernel anda, akan sangat baik dan bijaksana bila anda mencatat modul kernel apa yang akan anda gunakan untuk mendukung kartu jaringan anda.
4. Memuat Modul Jaringan
Modul kernel akan dimuat saat boot-up melalui berkas rc.modules pada /etc/rc.d atau dari fitur untuk memuat modul secara otomatis yang dijalankan oleh /etc/rc.d/rc.hotplug. Berkas default rc.modules berisi dukungan perangkat jaringan. Kemudian bila anda membuka berkas rc.modules, akan terlihat bahwa rc.modules akan menguji berkas rc.netdevice yang dapat dieksekusi pada /etc/rc.d/. Script ini secara otomatis dibuat setup jika berhasil mendeteksi kartu jaringan anda saat instalasi.
5. Perintah ifconfig
Anda dapat melihat informasi tentang perangkat jaringan yang ada di komputer anda dengan mengetikkan perintah ifconfig -a pada console untuk melihat antarmuka yang tersedia.
6. Konfigurasi TCP/IP: DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah istilah tentang bagaimana sebuah komputer mendapatkan alamat IP pada saat boot. Ketika client DHCP melakukan boot, ia meminta kepada server DHCP LAN untuk memberi sebuah alamat IP. Server DHCP mempunyai sebuah pool atau batas dari alamat IP yang tersedia. Server akan merespon permintaan ini dengan sebuah alamat IP dari pool, bersama dengan waktu lease. Saat waktu lease alamat IP yang tadi diberikan sudah kadaluarsa, dan client harus menghubungi server kembali dan mengulangi negosiasi untuk mendapatkan alamat IP.
Client DHCP pada Linux adalah /sbin/dhcpd. Untuk melakukan setting DHCP pada Slackware cukup jalankan netconfig dan pilih DHCP. Jika terdapat lebih dari satu NIC dan tidak ingin eth0 dikonfigurasi oleh DHCP, cukup edit berkas /etc/rc.d/rc.inet1.conf dan ganti variabel untuk NIC menjadi "YES".
7. Konfigurasi TCP/IP: IP Statik
Alamat IP statik adalah alamat tetap yang hanya berubah jika dilakukan secara manual. Dengan menggunakan IP statik, anda akan diberikan sebuah alamat, membiarkannya demikian, dan membuat mesin lain tahu bahwa anda akan selalu berada pada alamat IP tersebut. Setting alamat IP statik pada Slackware cukup jalankan perintah netconfig dan pilih static IP.
8. Analisis Jaringan dengan ping dan traceroute
Ping berguna untuk melakukan tes konektivitas pada jaringan dan untuk memperkirakan kecepatan koneksi. Cara menggunakan perintah ping: ping namahost, di mana namahost adalah nama atau alamat IP dari host yang dituju. Sedangkan traceroute berguna untuk menunjukkan jalur router yang dilewati oleh paket yang dikirimkan ke host tertentu. Cara penggunaannya tidak berbeda dengan ping: traceroute namahost, di mana namahost adalah nama atau alamat IP dari host yang dituju.
9. Penutup
Jaringan komputer saat ini menjadi salah satu bagian terpenting. pastikan anda benar-benar memahaminya. Demikianlah artikel ini dibuat, bila terdapat kesalahan kata mohon dimaafkan. Selamat mencoba!
artikel terkait:
ip address & subnetting
setting ip address default gateway on linux
Daftar Pustaka
anonim. Computer Networks (JaringanKomputer).
Alan Hicks, Chris Lumens, David Centrell, dan Logan Johnson. Slackware Linux Essentials.2005
Prakoso, Samuel. Jaringan Komputer Linux. 2005. Yogyakarta: Penerbit Andi.