Selasa, 06 Oktober 2009

Fungsi Direktori /etc/rc.d/ pada Linux Slackware

Setiap distribusi-distribus linux, biasanya menyediakan tempat atau aplikasi di mana kita dapat mengatur service-service yang kita gunakan. Pada Slackware, bila kita telah menginstall server dari paket standar Slackware yg berupa .tgz, tempat kita mengatur service-service yang diproses oleh server tersebut -apakah akan dijalankan, dimatikan, atau direstart- berada di direktori /etc/rc.d/.

Apa beda dengan menjalankan service secara langsung?
Dengan menggunakan script yang terdapat direktori /etc/rc.d/, dapat menjamin bahwa service dimatikan dengan lebih bersih. Misal, ketika mematikan server apache, yg dijalankan kebanyakan orang adalah dengan mengetikkan perintah

apache -k stop

Namun dengan script rc.httpd yang ada dalam direktori /etc/rc.d/, perintah-perintah yang dijalankan adalah sebagai berikut

/usr/sbin/apachectl -k stop
killall httpd
rm -f /var/run/httpd/*.pid


Bagaimana cara menjalankan script di dalam direktori /etc/rc.d?
1. Buat script yang hendak dijalankan executable dengan perintah chmod. Misal

chmod +x rc.httpd

atau

chmod 755 rc.httpd


2. Jalankan script dengan format namafile[spasi]perintah. Perintah yg umum adalah start, stop, restart. Misal

./rc.httpd start

atau

./rc.httpd stop

Perlu diingat, karena bersifat executable, maka pada saat startup otomatis server akan dijalankan. Selain itu, untuk mengetahui perintah-perintah selain start, stop, dan restart, dapat dibaca langsung dari script-nya, perintah-perintah apa yang didukung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...