Rabu, 02 Januari 2008

Basisdata (Database) tidak 100% aman. Kadangkala kegagalan(failure) dalam Basisdata dapat terjadi. Hal itu dapat menyebabkan data-data yang kita simpan hilang, tanpa bekas dan tanpa noda. Langsung saja, Berikutnya adalah klasifikasi dalam kegagalan basisdata yang mungkin terjadi:

1. Kegagalan Transaksi (Transaction failure)
Ada beberapa sebab yang membuat transaksi gagal:

- Kesalahan Logika (Logical Errors)
Transaksi tidak dapat dilanjutakan karena adanya kondisi kesalahan internal, seperti masukan yang salah atau rusak (bad input), data tidak ditemukan (data not found), nilai data di luar batas domain (overflow), logika program yang salah (bugs), atau sumber daya sistem habis (resource memory).

- Kesalahan System (System Errors)
Sistem basisdata memasuki kondisi yang tidak diharapkan, seperti deadlock, karena eksekusi program yang tidak normal.

2. Kerusakan Sistem (System Crash):
Isi dari penyimpanan sementara (volatile storage) atau memory hilang karena adanya power failure atau hardware failure.

- Fail-stop assumption:
isi non-volatile storage diasumsikan tidak akan rusak oleh sistem crash. Sistem basisdata yang memiliki desain baik mempunyai banyak pemeriksaan integritas sehingga kerusakan data di disk tidak terjadi.

3. Kegagalan Disk (Disk Failure)
Terjadi karena adanya head crash atau bad sector pada saat melakukan operasi perpindahan data dari atau ke disk.
- asumsi:
Kerusakan dapat dideteksi karena disk drive menggunakan checksum untuk mendeteksi failure.

Untuk menghindari hal-hal di atas, ada baiknya anda membuat beberapa back-up pada beberapa media penyimpanan. ganbatte ^^

sumber:
Maharani, Warih. Sistem Basisdata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...